Game adalah penyelamat hidupku

Mood: Nggak jelas


I finally have the urge to log in to Final Fantasy XIV Online again after a few months break from the game.

Hidupku lagi rusak banget sekarang dan aku lagi depresi berat. Setelah ada kali lebih dari 5 tahun aku yang biasanya selalu main game setiap hari tanpa jeda dan selalu mikirin tentang game, gara-gara masalah ini jadi nggak mood buat ngegame selama lebih dari sebulan. Dan itu nggak cuma game spesifik aja, tapi semua game.

Robloxpun sebenarnya aku maksain buat mainnya karena at least aku masih pengen tetap ngegame dan aku pilih roblox karena roblox itu menurutku game yang ringan.

Gaming is my only escapism from this cruel life. Aku sudah selama belasan tahun mengidap depresi berat dan you know what? Disaat-saat terpurukku, selalu game yang menyelamatkan aku. Kamu pikir siapa yang nemenin aku saat aku susah? Orang? Temen? Saudara? Keluarga? Nggak dude. Nggak ada yang peduli. Cuma game yang bikin aku tetap bertahan di dunia ini sampe sekarang. Kebayang banget gimana hidupku tanpa game.

Kalau dibilang adiksi ya kalau efeknya bagus buat hidupku mau bilang apa? Mempunyai adiksi bermain game jauh lebih baik daripada mengakhiri hidup atau melakukan hal-hal buruk lainnya karena depresi. At least ngegame nggak ngerugiin siapapun dan aku juga masih tetap ngelakuin aktifitas dan kewajibanku seperti biasanya kok. Hanya saja waktu yang mungkin bisa saja aku habiskan untuk mikirin masalah hidupku itu aku alihkan dengan bermain game.

Very safe to say game adalah satu-satunya penyelamat hidupku. Sungguh ironis memang. Aku berkorban banyak hal, perasaan, kenyamanan, kepentingan, impian, jati diriku, hidupku untuk menyenangkan orang lain. Tapi disaat aku terpuruk, orang-orang itu satupun nggak ada yang peduli. Dan yang nyelamatin aku siapa? Apa? Game. Bukan mereka.

Aku pengen banget ngebantah semua ini. Tapi that is the truth and the fact. I can't deny it.

Saat aku susah, stress, depresi, anxiety, frustasi, sedih, marah, capek... Siapa yang ada untukku? Game bruh. And only game. Cuma game yang bisa bikin aku tenang dan pikiranku teralihkan.

Apakah ini artinya aku lari dari kenyataan? Bruh, what am I supposed to do then? Meski aku menghadapi semua masalahku secara nyatapun like what is going to change? Nothing. Aku rasanya nggak dikasi pilihan bahkan untuk memilih jalan hidupku sendiri. Nothing I can do.

Terus emangnya aku harus berbuat apa coba buat masalahku? Masalah ini nggak sekedar masalah yang datang sementara lalu selesai. Ini sudah aku alami selama 15 tahun. Nggak segampang itu dude.

Selama 15 tahun itu aku sudah secara gamblang menghadapi semuanya dan berusaha untuk tetap kuat. Tapi apa coba? Emangnya ada yang berubah at least menjadi lebih baik? No. Nggak sama sekali.

Jadi daripada aku pusing-pusing ya mending aku ngelakuin sesuatu yang bisa bikin aku tenang dong... Mau lari ke mana juga coba? Lari ke orang? Ke temen? Ke siapa emangnya? Mereka semua punya masalahnya masing-masing.

Like nothing I can do right now dude.

Aku udah sempat coba nggak ngegame sama sekali selama sebulan, nggak main sosmed, nggak internetan. Aku kira dengan begitu 'MUNGKIN' aku bisa lebih fokus untuk mikirin dan nyari jalan keluar untuk masalahku ini. Tapi kenyataannya yang ada malah aku justru lebih terfokus pada masalahku, dan bukan pada mencari jalan keluar untuk masalahku. Karena balik lagi, ini bukanlah masalah yang bisa dicari jalan keluarnya hanya dalam beberapa hari perenungnan. Aku stuck banget, bukan selama sehari, seminggu sebulan, setahun, tapi belasan tahun.

Jadi daripada aku semakin membuang waktuku untuk menderita, mending aku balik ke duniaku. Setidaknya aku menghabiskan waktuku dengan melakukan apa yang membuatku merasa sedikit lebih tenang.

Aku sempat berpikir untuk, maybe I should touch a grass, go hangout and meet some people instead of sitting in my computer desk and playing some freakin video games. Dude... Let me tell you something. Nggak semua orang diciptakan untuk feel good setelah keluar rumah dan ketemu orang. Orang-orang kayak aku ini eksis di bumi. Orang-orang yang udah keluar bukannya merasa hepi tapi pulang-pulang justru feel more awful. Apa harus aku paksain gitu? Itu hanya akan memperburuk keadaan.

Like I will surely go out if I feel like I need to. But to force myself to go out just because kata orang itu akan ngebuat aku merasa lebih baik, um... Yang tau diriku sendiri kan aku, bukan orang lain. Itu kan kata mereka. Apa yang mereka katakan itu ya mungkin apa yang mereka rasain, bukan yang aku rasain.

So yeah, intinya aku bakal balik intens ngegame seperti setahun lalu. Aku pengen gila ngegame lagi karena hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan diriku dari penderitaan ini. Semoga ini hanya akan bersifat sementara dan pada akhirnya aku akan mendapat jalan keluar yang aku impikan selama ini sehingga aku nggak harus bergantung pada game selamanya.

Meski aku nggak masalah kalau aku harus terperangkap di dunia game selamanya jika itu yang terbaik untukku. I don't fvkin care anymore.

Posted at 8:35 AM

 

EXPLORE MORE
« Previous Post ♡ Next Post »

     

Comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


 
BACK TO BLOG PAGE